Miris gw ketawa sendirian di bandara Ngurah Rai dikira gila di bandara Bali lebih baik gw cerita aja deh suka dukanya punya teman mbolang mirip kakek legend dari Jepang yang tersohor ini (foto kakek legend terlampir).
Kata teman-teman mbolang dia mirip sekali dengan kakek legend dan saya mengiyakan.
Sebut aja namanya "papa Bobby" teman mbolangku gaek yang semangat dan gaya bak anak muda.Daya pesonanya luar biasa di usianya yang hampir 60 tahun mengalahkan pria-pria muda yang jiper kalau dibandingkan bodynya papa Bobby.Kami biasa travelling bersama rombongan bertahun-tahun.
Pagi itu di Bali " papa Bobby kita pakai grab saja gw yang pesan kita patungan saya ke bandara dirimu ke Kuta" sore gw penerbangan Bali ke Palembang.
Papa " okey"
Grabpun datang sopirnya orang Bali katakanlah "Wayan" ramah sekali yang ternyata tetanggaan dengan gw ternyata gaul supirnya pakai kata gw (agak lucu mendengar logat bali pakai lu gw) mungkin dirinya adaptasi sama kita karena terlihat pergaulannya luas dan tamu-tamunya banyak internasional.Saya pakai kata gw krn bicara sama papa yang domisili Jakarta.
Sepanjang perjalanan kami berbincang-bincang berbaur silang budaya, suku, etnis dll penuh canda tawa.
Wayanpun sopan cerita netral dan menceritakan kisahnya kenapa menjadi supir grab karena istrinya sakit-sakitan belakangan dan tiada yang merawat akhirnya keluar dari pekerjaan tetapnya.
Papa" pak Wayan saya berhenti di Kuta saja mau ke pantai Kuta" papa Bobby mengingatkan agar mobil berhenti di Kuta dalam perjalanan menuju bandara.
Setelah papa turun dan membayar grab kamipun melanjutkan perjalanan ke bandara.Selama di bandara Wayan berubah jadi kepo berat " mbak sudah menikah?"
Gw " sudah pak" seperti biasa saya white lie atas pertanyaan soal pribadi ke orang yang saya baru kenal terutama pria karena pengalaman jawab jujur ga kuat 'flirtingan" sopir taxi dll walau jawab menikah pun masih saja.
Wayan " anak berapa mbak?"
Gw " satu pak"
Wayan " wah sama saya juga satu perempuan.Usia berapa mbak?"
Gw "enam tahun"
Wayan " wah sama.Suaminya mana mbak?"mungkin dia pikir papa Bobby suamiku tapi bingung aku jelaskan dia teman mbolang.
Gw" suami di Palembang sama anak.Ini saya nyusul ke Palembang mau puasa bersama orang tua"
Wayan" oh...." sambil garuk-garuk kepala bingung karena jemput gw dan papa Bobby di rumah.
Salah juga gw bohongnya.....wkwk habis bingung mau bohong apa gw sama papa Bobby niat patungan mepo di rumah biar murah maklum backpacker...wkwk...kasihan pak Wayan...
😂.
Jadi ingat gw pergi ke Kintamani pakai motor sama teman couchsurfing gw cowok Ceko yang muda dan cakep banget mata biru terang rambut pirang karena dia ga bisa bawa motor baik takut dia jatuh saya antar saja.Insting gw bilang dia gay...ga apalah cakep kayak Ken barbie...
Kami makan di warung sate dan gule.Gw pesan sate ayam dia kambing.Kamipun bertukar sate untuk beda rasa.Tertawa riang bercanda.Ternyata diperhatikan bapak orang Bali dari kampung di Kintamani ini dibelakang punggung kami.Bapak ini rautnya gemes melihat kebahagiaan gw akhirnya bersuara menghardik membuat saya menoleh
"Mbak! suaminya ga marah apa sama mbak???ga cemburu gitu?! Bermesra-mesraan sama ini bule?"ujarnya pelan tapi sewot
Gw mau ketawa gw tahan dalam hati sifat jail gw kumat "ga apa pak santai aja.Dia ini asal Ceko anak dari temannya suami saya.Kebetulan suami saya sibuk dengan pekerjaan di Denpasar jadi minta saya temani dia jalan-jalan masih usia remaja ini pak bulenya maklum bule terlihat dewasa dari usia aslinya"
Bapak ini terdiam" ooo..." terus bayar dan pergi tanpa pamit.Tengsin sepertinya dia sudah menduga gw yang nggak-nggak.
Ternyata banyak pria (ga tau siapa mereka) tidak rela saya dikelilingi banyak pria.Ya iyalah single bebas...kecuali saya menikah hanya satu pria tutup akses buat pria lainnya.
Kejadian lainnya jalan sama cowok bule teman travelling ditegur bapak-bapak sopir taxi yang mangkal " dibayar berapa mbak sama bulenya?"
Gw " 70 juta pak!"gw asal aja nyebut angka
Sopir taxi "hah???satu malam?!"
Gw "nggak pak... 1 proyek pak!" sambil berlalu jalan sambil tersenyum...
Hampir tengah malam lagi asik menggambar mendesain interior rumah perut lapar cus ke Kuta ketemu ibu pemilik warung yang asik diajak ngobrol.Lokasinya dibelakang diskotik Legian dan dekat kawasan lokalisasi/wanita malam.Saya makan dan keringatan di malam yang lembab.Ternyata ada cowok Indonesia terlihat dekil memperhatikan gw dengan gatal dia komentar
"Wah habis dari diskotik keringatan sekarang makan....emang ga dapet tamu mbak?"
Gw kaget jawab santai " ga tuh kamu sendiri dapat tamu?"
Dia kaget luar biasa dengan pertanyaan balik dari gw.
Lu pikir gw jelek sama gw pikir lu jelek.
Lu pikir gw baik sama gw pikir lu baik.
"Tabur tuai"
