Bismillahirahman nir rohim.
Cerita ini untuk berbagi pengalaman unik saya sebagai seorang yang terlahir dengan kemampuan khusus dan baru beberapa tahun belakangan di Bali saya menemukan sisi spiritual saya ini.Dahulu saya sering ketakutan dengan kemampuan saya ini yang saya anggap aneh dan tidak tau harus bagaimana tiada yang membimbing tidak tau harus bicara pada siapa namun sekarang dapat mengendalikan di usia dewasa ini. Ingin seperti manusia normal tapi tampaknya saya harus menerima takdir Allah dengan lapang dada.
Setidaknya tulisan ini agar kita tau apa yang harus kita lakukan berhadapan dengan mistis. Terutama kejadian belakangan ini yang menimpa kapal di Danau Toba dll bahwa mistis di Indonesia ini kuat dan "mereka" ada sebagai bagian dari semesta.Kita tidak bisa meremehkan kekuatan mereka.Intinya tidak menyembah kepada mereka namun kita mengakui keberadaan mereka walau kita memeluk agama yang mengEsakan Tuhan.
Pura Luhur Pucak Sari Taman Tanda Bedugul Bali.
Setiap kali lewat pengkolan ini posisinya mau masuk ke Kebun Raya Bedugul saya selalu mengalami apes.2 hari lalu sore hari motor seperti biasa lewat disini terasa ditendang oleng kanan kiri kemudian mata tiba-tiba tertutup jaket yang terbang ke wajah dan menyebabkan saya tidak bisa melihat juga tidak bisa rem mendadak dan begitu saya rem pelan motor dibelakang menabrak saya bersyukur tidak apa-apa.
Sebelumnya ban pecah 2x disini, dan harus mendorong motor jauh sekali untungnya turunan.Saya seperti biasa selalu menolak hal-hal begini berusaha saya tidak tau apa-apa.Semenjak tinggal di Bali saya berusaha mengabaikan hal-hal seperti ini.Termasuk tetangga di rumah yang suka memberi tahu supaya saya memberikan canang atau sesari/ sesaji ke pura kecil depan rumah sebelah sungai.Karena merasa bertentangan dengan akidah agama saya yang saya dapat dari orang tua yaitu Islam.
Kali ini saya menyerah pada alam Bali dan secara keseluruhan pada alam semesta mengakui keberadaan mereka dan menyelaraskan diri dengan mereka.Dimanapun saya travelling termasuk pengalaman-pengalaman spiritual yang susah dilupakan terutama saat menjelajahi nusantara.
Ditendang dari motor 2 kali berturut-turut berdekatan jangka waktu di pulau Adonara secara tiba-tiba oleh sesuatu kekuatan gaib, diserang pasukan ghaib penguasa Sumba dan budaya primitifnya di kampung-kampung adat keramat sehingga saya bermediasi dengan tubuh yang dirasuki mereka yang marah dan saya bernegosiasi dengan mereka meminta maaf segera meninggalkan tempat itu dengan rombongan,di pulau Seram dan banyak tempat lainnya.
Awal saya memberikan sesari di Nusa Penida yang penguasanya angker sekali di malam pertama menginap saya bangun tengah malam dan bibir saya mulai marah-marah ternyata beliau masuk ditubuh saya menegur supaya saya mohon pamit dulu lapor atas kedatangan saya, saya meminta maaf beliau memaafkan dan kembali lagi ke pulau saya bawa canang, dupa dan rokok di pantai saya memanggil penguasa dan beliau datang mengijinkan saya dan bertanya " kamu minta apa?" saya menjawab " mohon ampun baginda tyang (saya) meminta kepada Gusti Allah saja hidup, mati saya ditangan Gusti Allah.Saya memohon rejeki kekayaan, jodoh dll kepada Dia semata Tyang pamit lapor saja atas kedatangan saya kemari" dan beliaupun berpesan " baiklah, jaga diri baik2 jaga ucapan dan jangan merusak" saya menjawab "ngih".
Tidak bisa dipungkiri Nusa Penida banyak meminta korban sebanding dengan kecantikan alam pulau ini.
Pagi ini saya parkir motor di depan Pura Luhur Pucak Sari Taman Tanda Bedugul yang jujur saja sungguh bergidik saat di depan menatap 2 patung penjaga ini dan di kanan ada meja persembahan.Saya merasakan kekuatan mistis luar biasa.Saya mengucap salam dalam bahasa Bali "swastiastu" dan memejamkan mata memohon pamit memperkenalkan diri "tyang Sri Purbahayu mohon pamit untuk memasuki kawasan ini supaya jangan diganggu" sayapun shalawat 3x sesuai kepercayaan saya dan menepukkan tangan saya ke tanah dan mengusapkan ke dahi dan wajah saya.Hal ini biasa saya lakukan sebelum memasuki suatu kawasan atau pulau namun terkadang saya lalai lupa.
Tiba-tiba 2 anjing kecil putih ini mendatangi saya yang entah datangnya darimana karena dari awal hanya saya sendiri di depan pura ini.Saya tau saya akan bermediasi dengan para penjaga pura lewat 2 anjing ini.Sayapun menyalakan 6 batang dupa dan 3 batang rokok menghisapnya sebentar dan meletakkan ke 2 penjaga yang begitu didekati patung anjing ini saya gemetaran sampai rokok dan dupa terjatuh kemudian saya ke meja persembahan mohon pamit.Kembali kedua anjing ini mendekati saya kali ini lebih bersahabat.Suara tiba-tiba" belikan saja mereka makanan mereka kelaparan" saya pergi dan kembali dengan sebungkus nasi dengan sate babi. Saya memberikan masing2 anjing sate dan kedua patung penjaga ini.Anjing2 ini sikapnya berubah ramah sama saya dan menggapai2 saya biarkan saja dalam hati saya bergumam " mulai sekarang kita berteman ya".Kapan2 saya kembali kesini semoga saya bawa makanan lagi buat kalian.
Sayapun pamit dan dipersilahkan.Selama proses ini terdengar pengendara mobil, motor dll selalu membunyikan klakson 2x.Dahulu seorang teman orang Bali di Ubud kasih tau "Sri kalau lewat pengkolan ada pura atau ada beringin besar dengan sarung poleng atau motif kotak catur dan kain kuning bunyikan nak e klakson 2x untuk pamit".Saya dahulu tidak mempercayainya cuma memang bulu kuduk berdiri kalau lewat ini.Dahulu selalu mengumamkan ayat kursi kalau merasa tidak nyaman kemudian lari tunggang langgang.Cuma saya selalu merasa "mereka" tetap mengikuti saya dari kejauhan.Namun dengan memohon pamit seperti ini saya dipersilahkan masuk dan mereka menjadi tuan rumah yang baik.
Akhir kata sekedar saya memberi saran sebelum memasuki suatu tempat keramat atau angker agar membawa sesari, sedikit makanan yang belum dimakan atau nyalakan rokok atau ucapan sapaan salam pamit berada ditempat itu kalau memang ini diluar akidah diakhiri shalawat ke tanah 3x usapkan tanah ke wajah.Jaga ucapan kita agar selalu sopan, tidak berteriak-teriak/ tertawa terlalu berlebihan bercanda apalagi melecehkan tempat tersebut.
Wassalam.





