Tampilkan postingan dengan label Trip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trip. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juli 2018

Pengalaman Supranatural di Pura Luhur Pucak Sari Taman Tanda Bedugul Bali

Bismillahirahman nir rohim.
Cerita ini untuk berbagi pengalaman unik saya sebagai seorang yang terlahir dengan kemampuan khusus dan baru beberapa tahun belakangan di Bali saya menemukan sisi spiritual saya ini.Dahulu saya sering ketakutan dengan kemampuan saya ini yang saya anggap aneh dan tidak tau harus bagaimana tiada yang membimbing tidak tau harus bicara pada siapa namun sekarang dapat mengendalikan di usia dewasa ini. Ingin seperti manusia normal tapi tampaknya saya harus menerima takdir Allah dengan lapang dada.


Setidaknya tulisan ini agar kita tau apa yang harus kita lakukan berhadapan dengan mistis. Terutama kejadian belakangan ini yang menimpa kapal di Danau Toba dll bahwa mistis di Indonesia ini kuat dan "mereka" ada sebagai bagian dari semesta.Kita tidak bisa meremehkan kekuatan mereka.Intinya tidak menyembah kepada mereka namun kita mengakui keberadaan mereka walau kita memeluk agama yang mengEsakan Tuhan.
Pura Luhur Pucak Sari Taman Tanda Bedugul Bali.
Setiap kali lewat pengkolan ini posisinya mau masuk ke Kebun Raya Bedugul saya selalu mengalami apes.2 hari lalu sore hari motor seperti biasa lewat disini terasa ditendang oleng kanan kiri kemudian mata tiba-tiba tertutup jaket yang terbang ke wajah dan menyebabkan saya tidak bisa melihat juga tidak bisa rem mendadak dan begitu saya rem pelan motor dibelakang menabrak saya bersyukur tidak apa-apa.
Sebelumnya ban pecah 2x disini, dan harus mendorong motor jauh sekali untungnya turunan.Saya seperti biasa selalu menolak hal-hal begini berusaha saya tidak tau apa-apa.Semenjak tinggal di Bali saya berusaha mengabaikan hal-hal seperti ini.Termasuk tetangga di rumah yang suka memberi tahu supaya saya memberikan canang atau sesari/ sesaji ke pura kecil depan rumah sebelah sungai.Karena merasa bertentangan dengan akidah agama saya yang saya dapat dari orang tua yaitu Islam.
Kali ini saya menyerah pada alam Bali dan secara keseluruhan pada alam semesta mengakui keberadaan mereka dan menyelaraskan diri dengan mereka.Dimanapun saya travelling termasuk pengalaman-pengalaman spiritual yang susah dilupakan terutama saat menjelajahi nusantara.
Ditendang dari motor 2 kali berturut-turut berdekatan jangka waktu di pulau Adonara secara tiba-tiba oleh sesuatu kekuatan gaib, diserang pasukan ghaib penguasa Sumba dan budaya primitifnya di kampung-kampung adat keramat sehingga saya bermediasi dengan tubuh yang dirasuki mereka yang marah dan saya bernegosiasi dengan mereka meminta maaf segera meninggalkan tempat itu dengan rombongan,di pulau Seram dan banyak tempat lainnya.
Awal saya memberikan sesari di Nusa Penida yang penguasanya angker sekali di malam pertama menginap saya bangun tengah malam dan bibir saya mulai marah-marah ternyata beliau masuk ditubuh saya menegur supaya saya mohon pamit dulu lapor atas kedatangan saya, saya meminta maaf beliau memaafkan dan kembali lagi ke pulau saya bawa canang, dupa dan rokok di pantai saya memanggil penguasa dan beliau datang mengijinkan saya dan bertanya " kamu minta apa?" saya menjawab " mohon ampun baginda tyang (saya) meminta kepada Gusti Allah saja hidup, mati saya ditangan Gusti Allah.Saya memohon rejeki kekayaan, jodoh dll kepada Dia semata Tyang pamit lapor saja atas kedatangan saya kemari" dan beliaupun berpesan " baiklah, jaga diri baik2 jaga ucapan dan jangan merusak" saya menjawab "ngih".
Tidak bisa dipungkiri Nusa Penida banyak meminta korban sebanding dengan kecantikan alam pulau ini.

Pagi ini saya parkir motor di depan Pura Luhur Pucak Sari Taman Tanda Bedugul yang jujur saja sungguh bergidik saat di depan menatap 2 patung penjaga ini dan di kanan ada meja persembahan.Saya merasakan kekuatan mistis luar biasa.Saya mengucap salam dalam bahasa Bali "swastiastu" dan memejamkan mata memohon pamit memperkenalkan diri "tyang Sri Purbahayu mohon pamit untuk memasuki kawasan ini supaya jangan diganggu" sayapun shalawat 3x sesuai kepercayaan saya dan menepukkan tangan saya ke tanah dan mengusapkan ke dahi dan wajah saya.Hal ini biasa saya lakukan sebelum memasuki suatu kawasan atau pulau namun terkadang saya lalai lupa.

Tiba-tiba 2 anjing kecil putih ini mendatangi saya yang entah datangnya darimana karena dari awal hanya saya sendiri di depan pura ini.Saya tau saya akan bermediasi dengan para penjaga pura lewat 2 anjing ini.Sayapun menyalakan 6 batang dupa dan 3 batang rokok menghisapnya sebentar dan meletakkan ke 2 penjaga yang begitu didekati patung anjing ini saya gemetaran sampai rokok dan dupa terjatuh kemudian saya ke meja persembahan mohon pamit.Kembali kedua anjing ini mendekati saya kali ini lebih bersahabat.Suara tiba-tiba" belikan saja mereka makanan mereka kelaparan" saya pergi dan kembali dengan sebungkus nasi dengan sate babi. Saya memberikan masing2 anjing sate dan kedua patung penjaga ini.Anjing2 ini sikapnya berubah ramah sama saya dan menggapai2 saya biarkan saja dalam hati saya bergumam " mulai sekarang kita berteman ya".Kapan2 saya kembali kesini semoga saya bawa makanan lagi buat kalian.
Sayapun pamit dan dipersilahkan.Selama proses ini terdengar pengendara mobil, motor dll selalu membunyikan klakson 2x.Dahulu seorang teman orang Bali di Ubud kasih tau "Sri kalau lewat pengkolan ada pura atau ada beringin besar dengan sarung poleng atau motif kotak catur dan kain kuning bunyikan nak e klakson 2x untuk pamit".Saya dahulu tidak mempercayainya cuma memang bulu kuduk berdiri kalau lewat ini.Dahulu selalu mengumamkan ayat kursi kalau merasa tidak nyaman kemudian lari tunggang langgang.Cuma saya selalu merasa "mereka" tetap mengikuti saya dari kejauhan.Namun dengan memohon pamit seperti ini saya dipersilahkan masuk dan mereka menjadi tuan rumah yang baik.
Akhir kata sekedar saya memberi saran sebelum memasuki suatu tempat keramat atau angker agar membawa sesari, sedikit makanan yang belum dimakan atau nyalakan rokok atau ucapan sapaan salam pamit berada ditempat itu kalau memang ini diluar akidah diakhiri shalawat ke tanah 3x usapkan tanah ke wajah.Jaga ucapan kita agar selalu sopan, tidak berteriak-teriak/ tertawa terlalu berlebihan bercanda apalagi melecehkan tempat tersebut.
Wassalam. 


Read more

Kamis, 24 Mei 2018

Pulau awet muda Madura


Salserosa
11 Mei pukul 17:10

"Pulau awet muda"
Gili Iyang kepulauan dekat pulau Madura dengan kadar oksigen tertinggi didunia kedua setelah Jordania.Kadar oksigen mencapai 22% sehingga warga pulau ini awet muda dan sehat.Kami menginap di bale terbuka tidur di alam di pekarangan suami istri yang rumahnya merupakan titik oksigen tertinggi.Suami usia 120 tahun tampak seperti usia 70an dan istri 113 tahun tampak seperti usia 60an masih sehat tanpa ada gejala osteoporosis.
Mereka mengaku telah ada dari jaman penjajahan Belanda.
Percaya atau tidak silahkan buktikan sendiri sampai detik ini saya juga masih sulit untuk percaya mereka berada diusia itu.

Kami konvoi 5 motor dinaikkan ke kapal dari pelabuhan Dungklek ke Gili Iyang.Ongkos 9 orang dan 5 motor Rp 250.000.
Bisa juga sewa pribadi kapal PP waktu kita yang tentukan Rp 600.000.
Patungan biaya/shared cost Madura BKN 5-10 Mei 2018.Biaya SC Rp 1.250.000/orang.
Laporan bendahara secara transparan sisa uang Rp 263.000 dibelikan makan siang bersama kuliner khas Madura Bebek Sinjay.
_____________________________________________

Travel Travel Story
Melancong ke Gili Iyang, "Pulau Awet Muda" di Sumenep
Sabtu, 1 Juli 2017 | 18:03 WIB



SUMENEP, KOMPAS .com – Selain Gili Genting yang jadi andalan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dengan pantainya yang memesona, Gili Iyang juga punya daya pikat sebagai wisata kesehatan. Pasalnya, pulau tersebut terkenal dengan kadar oksigen tertinggi di dunia, yakni 21,5 persen.

Sebagaimana diberitakan Kompas, berdasarkan penelitian Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jawa Timur, kadar oksigen Gili Iyang lebih tinggi dari kadar oksigen rata-rata yang sebesar 20 persen.
"Banyak yang belum mengenal pulau ini kan? Silakan dicoba, menghirup oksigen terbaik di sana," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam siaran persnya, Selasa (27/6/2017)..
(BACA: Sumenep Promosikan Pulau Awet Muda dan Budaya kepada Wisatawan)
Kabag Humas Pemkab Sumenep, Abdul Kadir mengatakan, pada 2015 Gili Iyang sudah dicanangkan sebagai obyek wisata kesehatan.
"Karena itu kami saat ini konsentrasi untuk menambah pembangunan fasilitas di Gili Iyang," katanya.
Kadir menegaskan, Gili Iyang sangat berpotensi menjadi rujukan wisatawan. Pasalnya, Gili Iyang memiliki kadar oksigen terbaik kedua di dunia setelah Jordania.

Apalagi kini Pemkab sudah mencanangkan Visit Sumenep 2018. Salah satu yang tempat wisata yang dipasarkan adalah Pulau Gili Iyang sebagai "Pulau Awet Muda".
Untuk infrastruktur sudah banyak perbaikan. Bahkan menurut Kadir, pembangunan di Gili Iyang tergolong paling pesat dibanding pulau-pulau lain yang juga menjadi kawasan wisata.

Pavingisasi sudah hampir menyentuh semua jalan desa. Demikian juga untuk homestay di rumah penduduk sudah dipersiapkan. "Namun, kami masih perlu juga melakukan promosi besar-besaran, agar benar-benar layak jual," katanya.
Gili Iyang sangat sesuai sebagai wisata untuk keluarga. Untuk mencapai ke Gili Iyang tidak perlu mengeluarkan budget yang dalam.
Untuk menuju ke Gili Iyang, wisatawan menuju ke Pelabuhan Dungkek, Sumenep. Banyak mobil penumpang umum yang ada setiap saat dari kota Sumenep menuju Pelabuhan Dungkek. Tarifnya Rp 20.000.
Tapi bila menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat, pengunjung bisa menitipkannya di rumah warga tak jauh dari Pelabuhan Dungkek. Soal keamanan, terjamin.
Di pelabuhan juga dekat dengan Mapolsek Dungkek. Dari pelabuhan Dungkek menuju Gili Iyang sudah banyak perahu motor milik nelayan yang menunggu kedatangan Anda. Tarif untuk reguler hanya Rp 15.000 per orang. Perahu reguler berangkat pada pukul 10.00 WIB.
Bila datang bersama rombongan, pengunjung bisa menyewa perahu. Tarif perahu pulang-pergi Rp 500.000 dengan kapasitas perahu maksimal 30 orang. Tapi untuk rombongan kecil bisa menyewa perahu yang ukurannya lebih kecil, sekitar Rp 200.000.

Waktu tempuh dari pelabuhan Dungkek ke Pulau Giliyang antara 45 menit sampai 60 menit dalam kondisi cuaca normal.
Tiba di Gili Iyang, Anda tinggal menyewa kendaraan di kawasan pelabuhan untuk menuju titik oksigen terbaik di Desa Bancamara.
Bila pengunjung merasa punya banyak waktu untuk tinggal, maka pengunjung bisa bermalam di homestay yang menjadi satu dengan pemilik rumah.


Read more

Permulaan Trip Jelajah Ambon - Raja Ampat

Rombongan lengkap 17 orang.Tim Ambon-Ninivala-Ora-Saleman-Sawai-Bula-Gorom Seram Timur-Misool-R4-Sorong.
Patungan biaya susah senang bersama 3-20 April 2018.
Bahagianya mbolang bersama dari FB grup Backpacker Khatulistiwa Nusantara wadah patungan biaya dengan laporan bendahara transparan dimana kami sebagian besar telah Travelling bersama bertahun-tahun sudah seperti saudara.
Kebahagiaan terbesar teman- teman berpetualang ini terseleksi dengan sendiri terpilihlah orang-orang dengan energi bahagia, bersyukur, sopan santun, dermawan, bisa bekerjasama dalam tim, disiplin, berjiwa petualang yang mandiri dan tahan banting.
Sebagian besar nyambung dari trip Maluku Utara nyambung trip ini.Peserta usia tertua Oma usia 62 tahun.Emak2 backpacker stamina kuat-kuat banget salut!sehat selalu.
Karena mbolang tidak memandang usia.
Biasa aja ada peserta balita sampai aki dan Oma 65 tahun sesuaikan kondisi fisik saja.Backpackeran yang bikin tubuh kuat dan sehat sambil jalan sambil gendong backpack, trekking, berenang/snorkeling dan jalan kaki banyak.

Read more

The power of THINK BIG : Kekuatan dalam Berpikir Besar

Salserosa
2 AprilBadung, Pulau Bali
"The power of THINK BIG"
Packing for Maluku-Papua trip.
Ambon-Ora-Bula-Gorom Seram Timur-Misool-Raja Ampat-Sorong Selatan 1 bulan.

Terima kasih kepada Allah SWT atas takdir kehidupan (cobaan2 hidup luar biasa yang membuat kuat, kecaman masyarakat terus menerus karena tidak menikah usia muda dimana saya malah kebalikannya bersyukur sekali, perjalanan asmara yang berliku-liku yang membuat saya menikmati cerita cinta dan penuh warna warni selalu berpikir positif ada yang tepat suatu saat, kesempatan berkarir setinggi-tingginya dahulu selalu gagal ngantor/ kerja ikut perusahaan malah bersyukur banget kegagalan yang membawa berkah takdir kerja sendiri dan punya banyak libur menjelajahi dunia ini setiap kali travelling berbulan-bulan tanpa batas).
Apapun itu selalu berprasangka baik dan bersyukur pada Sang Khalik yang tau yang terbaik untukku.

Terima kasih kepada orang tua yang open minded yang sudah menerima takdir saya dan saya apa adanya dan ga musingin apa kata orang malah ngamuk kalau ada yang ngurusin saya (mereka takut saya ngamuk duluan ngasah parang keliling kampung tidak segan-segan sama orang).Setiap pulang kampung ibu warning warga sekitar berseru "Ayu mau pulang diem aja jangan sampai nanya-nanya!".
Terima kasih kepada klien-klien yang pengertiannya luar biasa atas hobi saya mbolang dan mendukung saya selalu nitip oleh-oleh cerita, suntikan dananya selalu dan klien lainnya nitip prospek lahan bagus buat pengembangan" intip-intip ya Sri kalau ada resort bagus" biasanya kalau udah enjoy lupa pesan mereka.Betapa bersyukurnya setelah dipertemukan dengan klien-klien tidak baik perjalanan panjang karier berliku-liku, saya akhirnya dipertemukan dengan klien-klien luar biasa baik.Ah gilak tidak pernah menyangka takdir mempertemukan kita!
Tapi saya selalu aktif mengejar mimpi saya dan memenuhi keinginan mereka membangun resort amazing suatu saat sembari jalan program sosial membangun masyarakat tertinggal, membuka lapangan pekerjaan lebih banyak lagi akan tiba saat-saat indah itu insyaallah.
Terima kasih takdir mempertemukan saya dengan teman-teman mbolang sejiwa lama-lama terseleksi teman mbolang terbaik, siap berangkat rombongan setiap kali saya ajak mbolang langsung packing, mereka orang-orang luar biasa dan bisa libur sama seperti saya.Dahulu solo trip selalu berpikir sempit susahnya cari teman mbolang tapi saya ubah pemikiran saya untuk THINK BIG " pasti banyak orang-orang seperti saya diluar sana"
Terciptalah FB Backpacker Khatulistiwa Nusantara pemersatu kita.

Cek ricek barang dan singkirkan yang tidak perlu.Semenjak banyak teman-teman mbolang freedivers jadi kerajinan trip bersama mereka dan peralatan jadi semakin banyak ga bisa seringan dulu lagi.
Read more